Published date: 7 Juni 2026
Updated date: 7 Juni 2026
Author: Dery Firmansyah, Assistant Project Coordinator, Cibes Lift Indonesia
Ya, pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi bisa dilakukan tanpa renovasi besar bila ruang, lantai, akses material, dan listrik mendukung. Sistem lift rumah modern seperti Cibes memakai desain modular, tanpa ruang mesin, dan pit rendah sehingga pekerjaan sipil bisa lebih ringan. Namun, tanpa renovasi besar bukan berarti tanpa penyesuaian sama sekali. Keputusan terbaik tetap dimulai dari site survey.
Bisa. Pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi tetap memungkinkan, bahkan saat rumah sudah dihuni, selama kondisi teknisnya sesuai.
Yang perlu dipahami sejak awal, lift rumah tanpa renovasi besar bukan berarti tidak ada pekerjaan sama sekali. Tetap ada tahap pengecekan, persiapan area, penyesuaian finishing, titik listrik, dan akses material. Namun, pada banyak kasus, pekerjaan berat seperti menggali pit dalam, membuat ruang mesin, atau mengubah struktur utama bisa dikurangi.
Inilah yang membuat lift rumah modern lebih fleksibel untuk rumah 2 sampai 3 lantai di Indonesia. Terutama untuk keluarga yang mulai merasa naik turun tangga terasa melelahkan, punya orang tua di rumah, atau ingin membuat hunian lebih siap untuk jangka panjang.
Tetap saja, keputusan tidak bisa hanya berdasarkan foto atau perkiraan ukuran. Rumah yang terlihat cukup luas belum tentu punya titik pemasangan yang tepat. Sebaliknya, rumah dengan ruang terbatas kadang masih bisa dipasangi lift dengan model compact. Karena itu, site survey menjadi tahap penting sebelum menentukan model, posisi, dan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Lift rumah modern bisa lebih mudah dipasang di rumah yang sudah jadi karena desainnya tidak sama dengan lift gedung konvensional. Sistem seperti Cibes dirancang untuk kebutuhan rumah, bukan hanya bangunan komersial besar.
Cibes Lift Indonesia adalah bagian dari Cibes Lift Group, perusahaan lift asal Swedia yang telah mengembangkan solusi lift platform sejak 1947. Di Indonesia, pendekatan ini relevan karena banyak rumah sudah berdiri duluan, sementara kebutuhan lift baru muncul beberapa tahun kemudian.
Salah satu alasan utama lift rumah tanpa bongkar besar bisa dilakukan adalah sistem modular. Komponen lift tidak dibuat dari nol di lokasi, melainkan dibawa dalam modul lalu dirakit di rumah.
Pada sistem seperti ini, proses pemasangan lebih banyak memakai perakitan baut dan mur. Artinya, pekerjaan sipil basah bisa lebih sedikit dibanding lift konvensional yang membutuhkan shaft beton, ruang mesin, dan pit lebih dalam.
Untuk rumah yang sudah berisi perabot, sudah dihuni keluarga, atau punya area kerja terbatas, sistem modular membuat proses instalasi terasa lebih rapi dan lebih terkontrol.
Lift rumah Cibes menggunakan konsep tanpa ruang mesin atau machine room less. Mesin tidak membutuhkan ruangan teknis tambahan di atas atau di samping lift.
Ini penting untuk rumah 2 sampai 3 lantai yang denahnya sudah padat. Banyak rumah di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Bali, dan kota besar lain tidak punya ruang ekstra untuk ruang mesin. Dengan sistem MRL, kebutuhan ruang bisa ditekan tanpa mengorbankan fungsi utama lift.
Anda bisa melihat pilihan model Cibes di halaman produk lift rumah Cibes, termasuk seri seperti Cibes V Series, Cibes Air, Cibes Kithara, Cibes Voyager, dan Cibes V70S.
Lift konvensional biasanya membutuhkan pit yang cukup dalam. Pada rumah yang sudah jadi, menggali lantai bisa menjadi pekerjaan besar, apalagi jika area tersebut berdekatan dengan pondasi, pipa, atau jalur utilitas.
Beberapa sistem lift rumah Cibes memiliki kebutuhan pit rendah, bahkan pada kondisi tertentu bisa dibuat nyaris tanpa pit dengan solusi ramp landai. Ini membantu mengurangi pekerjaan galian lantai.
Namun, tetap perlu dicek saat survey. Kondisi lantai, posisi pintu, tinggi antar lantai, dan kebutuhan akses masuk ke kabin akan menentukan solusi yang paling aman dan nyaman.
Cibes menggunakan sistem lift dengan shaft bawaan. Jadi, rumah tidak selalu harus memiliki shaft beton dari awal. Ini menjadi salah satu alasan kenapa lift rumah modular lebih cocok untuk rumah yang sudah berdiri.
Teknologi screw-driven juga menjadi bagian penting dari sistem Cibes. Mekanisme ini berbeda dari lift konvensional yang banyak memakai ruang mesin, pulley, dan struktur pendukung besar. Untuk memahami perbedaannya lebih jauh, Anda bisa membaca panduan Cibes tentang teknologi screw-driven dan perbedaannya dengan lift konvensional.
Lokasi pemasangan sangat menentukan seberapa ringan atau berat pekerjaan yang dibutuhkan. Pada rumah yang sudah jadi, posisi lift tidak hanya dipilih berdasarkan estetika. Tim juga perlu melihat struktur, akses, titik listrik, ruang gerak, dan aktivitas penghuni.
Void tangga sering menjadi lokasi paling umum untuk lift rumah. Area ini biasanya sudah menghubungkan lantai satu dan lantai dua, sehingga secara alur gerak terasa natural.
Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu dicek. Misalnya ukuran bersih area tangga, posisi railing, tinggi antar lantai, bukaan lantai, dan jarak aman dari dinding atau plafon. Bila void terlalu sempit, tim perlu menilai apakah masih bisa memakai model compact atau perlu mencari titik lain.
Untuk rumah yang tidak punya void tangga cukup besar, sudut ruangan atau lorong bisa menjadi pilihan. Lift compact dengan footprint kecil dapat menjadi solusi awal, terutama bila area yang tersedia sekitar 1 m² atau sedikit lebih besar.
Angka ini bukan ukuran final untuk semua model. Tetap perlu dicek berdasarkan kapasitas, arah pintu, kebutuhan shaft, dan ruang manuver pengguna. Jika lift akan digunakan oleh lansia atau pengguna kursi roda, ukuran pintu dan area depan lift juga perlu dipikirkan sejak awal.
Jika interior rumah ingin tetap lega, pemasangan lift di area luar bisa menjadi pilihan. Lift dapat ditempatkan menempel pada dinding luar rumah, lalu dibuat akses masuk ke tiap lantai.
Solusi ini sering menarik untuk rumah yang sudah penuh dengan furnitur atau tidak ingin mengubah banyak area dalam. Namun, pemasangan outdoor perlu memperhatikan cuaca, drainase, paparan panas, kelembapan, dan perlindungan material. Untuk referensi lebih lengkap, baca panduan tentang lift rumah outdoor untuk menjaga interior tetap lega.
Dalam banyak rumah 2 sampai 3 lantai, tantangannya sering mirip. Void tangga kecil, panel listrik berada jauh dari titik lift, plafon punya drop ceiling, atau akses material melewati carport yang sempit.
Ada juga rumah yang sebenarnya cukup luas, tetapi posisi ideal lift berada dekat area yang sudah memakai marmer, panel kayu, atau built-in cabinet. Pada kasus seperti ini, solusi tidak selalu tentang mencari lift paling kecil. Yang lebih penting adalah mencari posisi yang aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas rumah secara berlebihan.
Syarat utama untuk pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi adalah ruang yang cukup, struktur yang mendukung, akses material yang memungkinkan, dan listrik yang sesuai. Detailnya tetap perlu dipastikan melalui site survey.
Faktor yang Dicek | Acuan Awal | Catatan Teknis |
Ruang pemasangan | Area cukup untuk shaft, kabin, dan pintu | Ukuran tergantung model dan arah bukaan pintu |
Kekuatan lantai | Lantai harus mampu menerima beban sistem | Perlu dicek bila area dekat void, dak, atau struktur lama |
Tinggi plafon | Harus sesuai kebutuhan travel dan headroom | Drop ceiling atau balok bisa memengaruhi posisi |
Travel height | Jarak antar lantai perlu diukur akurat | Tidak cukup hanya menghitung jumlah lantai |
Titik listrik | Jalur listrik harus aman dan mudah diakses | Bisa butuh penyesuaian panel atau jalur kabel |
Akses material | Komponen harus bisa masuk ke area rumah | Cek pintu, pagar, tangga, carport, dan koridor |
Finishing area | Area sekitar lift perlu dirapikan setelah instalasi | Terutama bila menyentuh lantai, plafon, atau dinding |
Tabel ini hanya acuan awal. Untuk hasil yang tepat, pemilik rumah tetap perlu melakukan survey lokasi. Jika ingin memahami ukuran teknis lebih detail, Anda bisa membaca panduan Cibes tentang cara menentukan ukuran lift rumah, dimensi shaft, dan lebar pintu.
Angka di bawah adalah kisaran representatif untuk membantu diskusi awal. Spesifikasi final tetap mengikuti model Cibes yang dipilih, konfigurasi pintu, kondisi struktur, dan hasil site survey.
Agar keputusan tidak hanya berdasarkan perkiraan, pemilik rumah sebaiknya meminta ringkasan teknis setelah survey. Tabel berikut bisa menjadi format cek awal. Nilai final mengikuti model Cibes yang dipilih dan kondisi lokasi.
Parameter | Kisaran atau acuan awal | Catatan untuk rumah sudah jadi |
Model lift Cibes | Cibes V Series, Cibes Air, Cibes Kithara, Cibes Voyager, atau Cibes V70S, tergantung kebutuhan ruang dan desain | Setiap model punya kebutuhan ruang, tipe pintu, kapasitas, dan finishing yang berbeda. Pemilihan model sebaiknya mengikuti kondisi rumah, bukan hanya tampilan. |
Kapasitas beban | Umumnya sekitar 250–400 kg pada konfigurasi home lift tertentu | Cukup untuk penggunaan keluarga harian. Jika ada kebutuhan kursi roda atau penggunaan lebih berat, kapasitas dan ukuran kabin perlu dicek lebih detail. |
Kebutuhan daya | Pada beberapa konfigurasi, kebutuhan daya sekitar 2,2 kW dan dapat memakai listrik 1 fasa | Tetap perlu dihitung bersama beban rumah lain seperti AC, pompa air, water heater, dan perangkat dapur. |
Kebutuhan pit | Pit rendah dapat mulai sekitar 50 mm pada konfigurasi tertentu. Opsi ramp bisa dipertimbangkan bila galian tidak ideal | Membantu menekan pekerjaan bongkar lantai, tetapi tetap bergantung pada level lantai, akses pintu, dan kondisi struktur. |
Lebar pintu | Acuan nyaman sekitar 800–900 mm, terutama bila mempertimbangkan akses kursi roda | Lebar pintu harus dilihat bersama ruang manuver di depan lift, bukan hanya ukuran bukaan. |
Travel height | Mengikuti jarak antar lantai. Untuk rumah 2–3 lantai, pengukuran langsung tetap wajib | Travel height memengaruhi posisi berhenti, tinggi shaft, dan kenyamanan masuk keluar kabin. |
Standar keselamatan | Produk/platform lift yang relevan mengacu pada standar keselamatan Eropa EN 81-41 | Fitur seperti pintu terkunci, sensor, emergency lowering, dan kontrol keselamatan perlu dijelaskan per model saat konsultasi. |
Kisaran ini berguna untuk menjawab pertanyaan awal seperti daya listrik lift rumah, kebutuhan pit, dan ukuran pintu. Namun, angka tersebut tidak menggantikan gambar teknis atau rekomendasi resmi setelah survey lokasi.
Kebutuhan listrik lift rumah tergantung model, kapasitas, jumlah lantai, dan kondisi instalasi rumah. Banyak lift rumah modern dapat menggunakan listrik 1 fasa, tetapi tetap perlu dicek beban harian rumah.
Untuk rumah tinggal, listrik 1 fasa sering menjadi pilihan yang lebih umum. Namun, pada rumah besar atau rumah dengan banyak perangkat listrik, 3 fasa bisa saja lebih sesuai.
Hal yang perlu dicek bukan hanya lift bisa menyala atau tidak. Tim juga harus melihat beban listrik harian seperti AC, pompa air, water heater, oven, kolam renang, atau perangkat lain yang sering menyala bersamaan.
Daya 2.200 VA perlu dicek lebih hati-hati. Pada beberapa kondisi, daya tersebut bisa terlalu ketat bila rumah juga memakai AC, pompa, water heater, dan peralatan besar lain.
Daya 3.500 VA atau 4.400 VA biasanya memberi ruang lebih longgar, tetapi bukan berarti selalu wajib. Keputusan terbaik tetap berdasarkan total beban listrik rumah, model lift, dan pola penggunaan. Anda bisa membaca panduan terkait konsumsi dan biaya listrik lift rumah.
Untuk simulasi perubahan daya, PLN menyediakan informasi layanan melalui kanal resmi PLN, termasuk simulasi ubah daya yang diarahkan ke PLN Mobile: simulasi ubah daya PLN.
Untuk rumah di Indonesia, kesiapan saat listrik mati penting dipikirkan sejak awal. Beberapa sistem lift rumah memiliki fitur emergency lowering atau ARD, sehingga kabin dapat turun ke lantai terdekat saat terjadi gangguan listrik.
Fitur ini penting untuk rumah dengan anak-anak, lansia, atau penghuni yang punya mobilitas terbatas. Meski begitu, detail fitur bisa berbeda antar model. Pastikan fungsi darurat, kapasitas baterai, dan prosedur penggunaannya dijelaskan saat konsultasi.
Lift rumah bukan hanya soal naik turun lantai. Untuk rumah yang sudah dihuni, keselamatan dan kenyamanan harus terasa dalam penggunaan harian. Pada produk Cibes, aspek keselamatan juga mengacu pada standar Eropa, termasuk EN 81-41 untuk platform lift vertikal. Standar ini penting karena membantu memastikan desain, fungsi, dan fitur keselamatan tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga punya dasar teknis yang jelas.
Lift rumah yang baik perlu memiliki fitur keselamatan seperti sensor, pintu dengan sistem penguncian, kontrol yang mudah digunakan, dan kabin yang nyaman. Untuk rumah multigenerasi, hal ini menjadi sangat penting karena pengguna lift bisa berasal dari usia dan kebutuhan yang berbeda.
Anak-anak membutuhkan sistem yang aman dan tidak mudah diakses sembarangan. Lansia membutuhkan akses yang stabil, tidak licin, dan tidak membuat mereka terburu-buru. Baca juga panduan Cibes tentang lift rumah untuk hunian multigenerasi.
Jika lift akan digunakan untuk kursi roda, ukuran kabin saja tidak cukup. Area depan lift, lebar pintu, arah bukaan, dan ruang manuver juga perlu dihitung.
Sebagai acuan awal, lebar pintu sekitar 800 sampai 900 mm sering menjadi titik evaluasi untuk akses yang lebih nyaman. Namun, angka final tetap tergantung model, kondisi rumah, dan kebutuhan pengguna. Untuk penjelasan lebih lengkap, baca artikel tentang lift rumah ramah kursi roda.
Rumah di Indonesia punya tantangan khas. Ada panas, lembap, debu, dan kadang area outdoor yang terkena hujan. Karena itu, posisi lift dan material shaft perlu dipilih dengan cermat.
Untuk lift indoor, kenyamanan suara dan integrasi dengan interior menjadi perhatian utama. Untuk lift outdoor, perlindungan material, drainase, dan paparan cuaca perlu diperhatikan. Hal-hal kecil seperti arah sinar matahari sore atau titik tampias hujan bisa memengaruhi kenyamanan jangka panjang.
Proses pemasangan lift rumah di rumah yang sudah jadi biasanya dimulai dari penilaian teknis, bukan langsung memilih model. Berikut alur umumnya:
Durasi final tidak bisa dipastikan hanya dari gambar. Rumah yang terlihat sederhana bisa punya tantangan tersembunyi. Sebaliknya, rumah yang tampak rumit kadang punya titik pemasangan yang sangat ideal. Karena itu, hasil survey menjadi dasar utama.
Kebutuhan PBG atau izin khusus tergantung kondisi bangunan, jenis pekerjaan, aturan daerah, dan apakah pemasangan lift mengubah struktur atau tampak bangunan secara signifikan.
Secara umum, penyelenggaraan bangunan gedung di Indonesia mengacu pada PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Aturan ini juga membuka ruang ketentuan lanjutan melalui peraturan lain, termasuk peraturan daerah: PP No. 16 Tahun 2021.
Untuk rumah di cluster, townhouse, villa, atau kawasan dengan pengelola, cek juga aturan dari pengelola kawasan. Ini penting terutama bila lift dipasang outdoor dan memengaruhi tampak fasad rumah.
Bagian ini bukan nasihat hukum. Untuk kepastian, pemilik rumah sebaiknya mengecek ke konsultan bangunan, pengelola kawasan, atau dinas terkait di daerah masing-masing.
Lift rumah adalah produk jangka panjang. Jadi, keputusan pemasangan tidak berhenti saat lift selesai dipasang.
Perawatan berkala perlu dijadwalkan agar performa, kenyamanan, dan fitur keselamatan tetap terjaga. Sebagai baseline, servis 2 kali setahun sering menjadi titik awal yang masuk akal, tetapi kebutuhan final bisa berbeda tergantung model, intensitas penggunaan, dan kondisi lokasi.
Akses teknisi juga perlu dipikirkan sejak awal. Jangan sampai posisi lift terlihat bagus, tetapi menyulitkan pengecekan rutin. Untuk memahami layanan purna jual lebih lengkap, baca panduan tentang service dan perawatan lift rumah Cibes.
Memasang lift di rumah baru dan rumah yang sudah jadi sama-sama bisa dilakukan. Bedanya ada pada fleksibilitas dan cara mengambil keputusan teknis.
Aspek | Rumah Sudah Jadi | Rumah Baru |
Fleksibilitas posisi | Lebih terbatas karena denah sudah ada | Lebih bebas karena bisa masuk sejak desain awal |
Renovasi | Fokus pada penyesuaian ringan dan titik pemasangan | Bisa direncanakan bersama struktur bangunan |
Gangguan aktivitas | Perlu mengatur area kerja agar tidak mengganggu penghuni | Tidak mengganggu aktivitas harian karena rumah belum dihuni |
Kebutuhan survey | Sangat penting untuk membaca kondisi aktual | Tetap penting, tetapi bisa dibantu gambar kerja |
Estetika | Perlu menyesuaikan interior yang sudah jadi | Bisa dirancang menyatu sejak awal |
Keputusan teknis | Banyak dipengaruhi kondisi lapangan | Lebih mudah disiapkan dari awal |
Pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi biasanya lebih masuk akal bila rumah digunakan untuk jangka panjang. Terutama untuk rumah 2 sampai 3 lantai, rumah dengan lansia, penghuni yang mulai membatasi naik tangga, atau keluarga yang ingin hunian tetap nyaman sampai bertahun-tahun ke depan.
Lift rumah juga bisa membantu aktivitas harian seperti membawa belanja, koper, barang rumah tangga, atau kebutuhan perawatan anggota keluarga. Manfaat seperti ini sering terasa justru setelah lift dipakai, bukan hanya saat membandingkan brosur.
Namun, lift rumah bisa ditunda bila rumah akan direnovasi besar dalam waktu dekat, struktur belum jelas, atau kebutuhan mobilitas belum mendesak. Dari sisi biaya, pemilik rumah juga perlu melihat total investasi, bukan hanya harga awal. Baca panduan Cibes tentang harga lift rumah dan biaya perawatan serta cara memahami komponen harga dan hidden cost.
Stairlift bisa cukup bila kebutuhan utamanya hanya membantu satu orang naik turun tangga, tangga cukup aman untuk dipasangi rel, dan pengguna masih nyaman duduk di kursi stairlift.
Namun, home lift lebih tepat bila pengguna memakai kursi roda, rumah dihuni beberapa generasi, atau lift ingin dipakai oleh seluruh keluarga. Home lift juga lebih fleksibel untuk membawa barang dan terasa lebih menyatu dengan fungsi rumah jangka panjang.
Alternatif | Lebih Cocok untuk | Perlu Dipertimbangkan |
Home lift / platform lift rumah | Keluarga 2 sampai 3 lantai, lansia, kursi roda, dan penggunaan harian oleh beberapa orang | Butuh ruang shaft, survey teknis, dan investasi awal lebih besar |
Stairlift | Satu pengguna yang masih nyaman duduk dan hanya perlu bantuan mengikuti jalur tangga | Kurang ideal untuk kursi roda penuh, membawa barang besar, atau dipakai banyak anggota keluarga |
Lift traksi konvensional | Bangunan dengan kebutuhan kapasitas lebih besar dan ruang teknis yang sudah direncanakan | Umumnya lebih banyak pekerjaan struktur, pit, dan ruang teknis dibanding lift rumah modular |
Contoh umum yang sering ditemui adalah rumah 2 lantai di area perkotaan dengan void tangga terbatas dan panel listrik berada jauh dari titik lift. Pada kondisi seperti ini, solusi biasanya dimulai dari pengukuran bersih area void, pengecekan jalur material, lalu penentuan apakah lift lebih tepat ditempatkan di dekat tangga, sudut ruangan, atau sisi luar rumah. Pendekatannya bukan memaksakan satu model, tetapi mencari konfigurasi paling aman dengan gangguan paling kecil untuk penghuni.
Cibes juga memiliki pengalaman luas di Indonesia, dengan 900+ instalasi lokal dan dukungan jaringan layanan resmi di beberapa kota besar. Angka ini penting karena pemasangan lift di rumah yang sudah jadi sangat bergantung pada kemampuan membaca kondisi lapangan, bukan hanya spesifikasi produk di brosur.
Pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi bisa dilakukan tanpa renovasi besar bila syarat teknisnya terpenuhi. Sistem modular, tanpa ruang mesin, pit rendah, shaft bawaan, dan teknologi screw-driven membuat lift rumah Cibes lebih fleksibel untuk rumah yang sudah dihuni.
Namun, keputusan tetap harus berdasarkan survey. Setiap rumah punya kondisi berbeda, mulai dari ukuran void, struktur lantai, titik listrik, akses material, sampai kebutuhan pengguna.
Jika Anda ingin mengecek apakah rumah Anda cocok untuk dipasangi lift tanpa bongkar besar, Anda dapat menghubungi Cibes Lift Indonesia melalui halaman konsultasi dan survey lokasi.
Tidak selalu. Pasang lift rumah di rumah yang sudah jadi bisa dilakukan tanpa renovasi besar bila ruang, struktur, akses material, dan listrik mendukung. Namun, tetap mungkin ada penyesuaian ringan seperti area lantai, plafon, finishing, atau jalur listrik.
Ruang minimal tergantung model, kapasitas, arah pintu, dan kebutuhan shaft. Sebagai gambaran awal, beberapa lift compact dapat dievaluasi dari area sekitar 1 m², tetapi ukuran final harus ditentukan melalui site survey.
Bisa pada beberapa sistem dan kondisi tertentu. Lift rumah dengan pit rendah dapat mengurangi kebutuhan galian lantai. Dalam beberapa kasus, ramp landai bisa dipakai sebagai solusi. Namun, hal ini tetap perlu dicek berdasarkan kondisi lantai dan model lift.
Belum tentu. Daya 2.200 VA perlu dicek bersama beban listrik harian rumah, seperti AC, pompa air, water heater, dan perangkat besar lain. Pada banyak rumah, 3.500 VA atau 4.400 VA terasa lebih longgar, tetapi kebutuhan final tergantung model dan kondisi instalasi.
Durasi pemasangan tergantung model, lokasi lift, kesiapan area, akses material, dan kebutuhan penyesuaian di rumah. Estimasi yang lebih akurat baru bisa diberikan setelah site survey dan rekomendasi teknis selesai.
Produk Cibes mengacu pada standar keselamatan Eropa, termasuk EN 81-41 untuk platform lift vertikal. Detail sertifikasi, model, dan dokumen teknis sebaiknya dikonfirmasi bersama Lift Consultant saat proses konsultasi.
Artikel ini ditulis oleh Dery Firmansyah, Assistant Project Coordinator, bagian dari Cibes Lift Group Swedia sejak 1947. Dengan 900+ instalasi di Indonesia dan 100.000+ global, Cibes dikenal sebagai pionir screw-driven hemat energi. Produk bersertifikasi Eropa dengan layanan resmi di Jakarta, Medan, Bali, Bandung, Tangerang, Makassar dan Surabaya.
Recap Cibes Lift Indonesia di ARCH:ID 2026, booth 7-122 Hall 7, dengan demo lift rumah Kithara dan a
Read MoreCibes Lift Indonesia hadir di ARCH:ID 2026 (23–26 April, ICE BSD, Booth 7-122) dengan Kithara Series
Read MorePosisi lift rumah menurut Feng Shui sebaiknya tidak di tengah rumah atau segaris dengan pintu utama,
Read More