Published date: 28 April 2026
Updated date: 28 April 2026
Author: Freddy Wirawan, Marketing Executive Cibes Lift Indonesia
Cibes ARCH:ID 2026 berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City, Booth 7-122 Hall 7. Selama empat hari, Cibes Lift Indonesia menghadirkan pengalaman booth premium dengan demo lift rumah Kithara. Terima kasih untuk para arsitek, interior designer, kontraktor, homeowner, dan seluruh pengunjung yang sudah hadir, berdiskusi, dan mencoba langsung solusi home lift dari Cibes.
Cibes Lift Indonesia di ARCH:ID 2026, apa yang terjadi selama empat hari?
Bagaimana konsep booth Cibes dibuat terasa seperti ruang hunian premium?
Mengapa lift rumah Kithara menjadi sorotan utama?
Seperti apa antusiasme pengunjung selama ARCH:ID 2026?
Apa saja pertanyaan yang paling sering muncul dari pengunjung?
Terima kasih untuk komunitas arsitektur dan desain Indonesia
Apa langkah selanjutnya setelah ARCH:ID 2026?
Tentang penulis
FAQ seputar Cibes ARCH:ID 2026 dan lift rumah Kithara
Cibes Lift Indonesia hadir di ARCH:ID 2026 pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City, Booth 7-122 Hall 7. Selama empat hari, booth Cibes menjadi ruang pertemuan antara teknologi home lift, arsitektur, interior, dan kebutuhan nyata pemilik rumah di Indonesia.
ARCH:ID dikenal sebagai salah satu pameran dan konferensi arsitektur penting di Indonesia. Di sana, percakapan tidak hanya berhenti pada bentuk bangunan. Banyak pembahasan masuk ke hal yang lebih praktis, seperti kenyamanan tinggal, akses antar lantai, ruang yang makin terbatas, dan bagaimana rumah bisa tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Di titik itulah Cibes Lift Indonesia hadir.
Sebagai bagian dari Cibes Lift Group, Cibes Lift Indonesia membawa pendekatan home lift yang menggabungkan desain premium, teknologi lift rumah, dan kebutuhan hunian Indonesia. Kehadiran di ARCH:ID 2026 bukan hanya tentang menampilkan produk. Lebih dari itu, Cibes ingin menunjukkan bahwa lift rumah kini mulai menjadi bagian penting dalam perencanaan hunian modern, terutama untuk rumah 2 sampai 3 lantai, villa, dan private residence.
Untuk pengunjung yang datang langsung, booth Cibes bukan hanya tempat melihat unit demo. Banyak yang berdiskusi, bertanya soal teknis, mencoba lift rumah Kithara, melihat detail material, dan membayangkan bagaimana sebuah lift bisa masuk ke dalam rumah tanpa membuat ruang terasa berat.
Booth Cibes di ARCH:ID 2026 dirancang seperti potongan ruang hunian premium. Bukan hanya stand pameran biasa dengan produk di tengah ruangan.
Nuansanya dibangun lewat beberapa elemen yang mudah terasa saat pengunjung masuk. Dinding bertekstur batu memberi kesan solid dan natural. Pencahayaan ambient dibuat hangat, tidak terlalu terang, sehingga suasananya terasa lebih dekat dengan interior rumah premium dibanding area pameran yang kaku.
Pendant lights dengan karakter melt-style berwarna hitam dan kromium memberi aksen visual yang kuat. Di sisi lain, lampu lantai berbentuk orb memberi cahaya lembut yang membuat booth terasa lebih hidup.
Area lounge juga menjadi bagian penting. Dengan sofa, rak buku, dan penataan yang lebih santai, pengunjung bisa duduk, membaca brosur, atau berdiskusi dengan tim Cibes tanpa merasa sedang “dikejar” presentasi produk.
Kenapa ini penting?
Karena keputusan memasang lift rumah hampir selalu melibatkan imajinasi ruang. Homeowner, arsitek, dan interior designer perlu melihat apakah lift tersebut bisa menyatu dengan karakter rumah. Apakah tampilannya terlalu teknis? Apakah cocok untuk ruang tamu, area void, dekat tangga, atau dekat lounge keluarga?
Melalui konsep booth ini, Cibes ingin memperlihatkan bahwa lift rumah premium tidak harus terasa seperti alat berat di dalam rumah. Dengan pemilihan desain, material, warna, dan pencahayaan yang tepat, home lift bisa menjadi bagian dari pengalaman ruang.Sorotan utama di booth Cibes ARCH:ID 2026 adalah lift rumah Kithara. Unit ini dipilih karena punya karakter desain yang kuat dan mudah dipahami oleh pengunjung, bahkan oleh mereka yang baru pertama kali melihat home lift secara langsung.
Kithara tampil dengan desain backpanel honeycomb heksagonal yang khas. Pola ini memberi tekstur visual pada kabin, tanpa membuatnya terasa terlalu ramai. Pada versi Acrylic, honeycomb backpanel dapat hadir dengan frame putih atau hitam, lengkap dengan pencahayaan RGBW yang memberi tampilan lebih hidup dan elegan. Untuk versi Nano Leaf, tersedia 12 pilihan warna backpanel yang memberi sentuhan personal pada pengalaman naik lift.
Kabin transparan dengan struktur frame hitam juga membantu pengunjung melihat bagaimana lift ini bisa terasa ringan secara visual ketika ditempatkan di dalam hunian. Di rumah yang ruangnya terbatas, visual yang ringan seperti ini bisa membantu lift terasa lebih menyatu dengan interior.
Bagian lain yang cukup menarik perhatian adalah panel kontrol digital touchscreen. Detail ini membuat pengalaman menggunakan lift terasa modern, bersih, dan mudah. Untuk banyak homeowner, hal kecil seperti ini penting. Lift tidak hanya dilihat dari fungsi naik turun, tetapi juga dari rasa saat digunakan setiap hari.
Selama pameran, pengunjung diajak melihat dan mencoba langsung Kithara. Beberapa mencoba masuk ke kabin, melihat indikator lantai, lalu merasakan pengalaman berpindah dari lantai 1 ke lantai 2. Bagi calon pengguna, pengalaman langsung seperti ini sering kali jauh lebih meyakinkan daripada hanya melihat katalog.
Untuk informasi produk Cibes lainnya, pembaca juga dapat melihat halaman produk lift Cibes.Saat pengunjung membandingkan lift rumah, pertanyaannya biasanya bukan hanya “mana yang paling bagus?”. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: mana yang paling sesuai dengan rumah, kebutuhan akses, desain interior, dan rencana jangka panjang keluarga?
Di pasar home lift premium, beberapa brand internasional sering dibandingkan karena sama-sama menyasar hunian pribadi, villa, dan rumah bertingkat. Perbandingannya biasanya mencakup sistem penggerak, kebutuhan ruang, tampilan kabin, pilihan finishing, kenyamanan penggunaan, serta dukungan layanan setelah pemasangan.
Kithara dari Cibes menonjol pada kombinasi desain kabin transparan, pilihan backpanel yang dapat dikustomisasi, sistem screw & nut, kebutuhan pit yang rendah, serta karakter visual yang mudah menyatu dengan interior rumah premium. Dengan kapasitas maksimum 400 kg, travel distance hingga 20.000 mm, dan jumlah stop hingga 6 stop, Kithara dapat menjadi pilihan menarik untuk homeowner yang ingin lift rumah terasa fungsional sekaligus menjadi bagian dari desain ruang.
Namun, pilihan terbaik tetap perlu dilihat dari kondisi site. Untuk rumah dengan ruang sangat terbatas, kebutuhan akses khusus, atau batasan struktur tertentu, tim teknis perlu melakukan pengecekan langsung. Di sinilah site survey menjadi penting, karena perbandingan home lift tidak bisa hanya berdasarkan brosur. Kondisi rumah sering kali menentukan solusi yang paling masuk akal.
Catatan pentingnya begini: spesifikasi teknis tetap perlu dicek berdasarkan konfigurasi produk, kondisi rumah, dan hasil site survey. Rumah baru dan rumah renovasi bisa punya kebutuhan yang berbeda. Karena itu, survey lokasi tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan ukuran, posisi lift, jalur listrik, dan pekerjaan sipil yang dibutuhkan.
Selama empat hari, booth Cibes dikunjungi oleh berbagai profil pengunjung. Ada arsitek, interior designer, kontraktor, keluarga muda dengan anak-anak, pemilik rumah, profesional muda, hingga pengunjung yang sedang mencari solusi akses untuk orang tua di rumah.
Yang menarik, pertanyaannya tidak selalu sama.
Arsitek biasanya banyak bertanya soal integrasi desain, ukuran ruang, posisi void, dan bagaimana lift bisa masuk ke layout rumah tanpa mengganggu konsep arsitektur. Interior designer cenderung memperhatikan material, warna, finishing, dan bagaimana lift terlihat dari ruang utama. Kontraktor lebih sering masuk ke pertanyaan teknis, seperti pekerjaan sipil, struktur, listrik, dan alur pemasangan.
Sementara itu, homeowner biasanya bertanya dengan sangat praktis: “Bisa dipasang di rumah yang sudah jadi?” atau “Butuh ruang seberapa besar?”
Beberapa momen yang paling terasa selama pameran antara lain:
Konsultasi 1-on-1 menggunakan tablet dan brosur
Pengunjung mencoba langsung lift rumah Kithara
Sesi diskusi kecil bersama keluarga dan tim Cibes
Anak kecil mencoba lift bersama orang tuanya
Area lounge digunakan untuk membaca materi dan berdiskusi lebih santai
Momen-momen seperti ini menunjukkan bahwa lift rumah tidak lagi dilihat hanya sebagai fitur tambahan. Untuk sebagian keluarga, lift mulai menjadi bagian dari rencana hidup jangka panjang. Rumah tidak hanya dipikirkan untuk saat ini, tetapi juga untuk 5, 10, atau 20 tahun ke depan.
Selama ARCH:ID 2026, banyak pengunjung datang dengan pertanyaan yang sangat nyata. Bukan hanya soal harga atau tampilan. Banyak yang ingin tahu apakah lift rumah memang masuk akal untuk kondisi rumah di Indonesia.
Berikut beberapa topik yang paling sering dibahas.
Bisa, pada banyak kasus. Namun, jawabannya tetap bergantung pada kondisi rumah.
Untuk rumah yang sudah jadi, tim biasanya perlu mengecek posisi void, area dekat tangga, tinggi lantai, akses instalasi, struktur sekitar, dan jalur masuk material. Kadang lift bisa ditempatkan di area yang sudah tersedia. Kadang perlu sedikit penyesuaian sipil. Yang penting, jangan langsung berasumsi bahwa rumah lama pasti tidak bisa dipasangi lift.
Pada rumah baru, prosesnya biasanya lebih mudah karena posisi lift bisa direncanakan sejak awal bersama arsitek atau kontraktor. Ini membantu dari sisi ukuran ruang, kelistrikan, tampilan, dan integrasi desain interior.
Pertanyaan soal listrik sangat umum, apalagi di Indonesia. Banyak rumah menggunakan daya PLN 2.200 VA, 3.500 VA, atau 4.400 VA. Karena itu, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah lift rumah bisa digunakan di rumah dengan daya 2.200 VA?
Jawabannya: perlu dicek terlebih dahulu. Pada Kithara, power supply dapat menggunakan 1-phase 220V, 3-phase 220V, atau 3-phase 400V, dengan power output 2.9 kW. Artinya, rumah dengan daya 2.200 VA umumnya perlu evaluasi lebih lanjut, karena beban listrik rumah tidak hanya berasal dari lift. AC, pompa air, water heater, oven, kulkas, dan perangkat elektronik besar lain juga ikut memengaruhi total beban listrik harian.
Untuk beberapa rumah, penyesuaian daya listrik mungkin dibutuhkan agar penggunaan lift lebih aman dan nyaman. Namun, hal ini tidak bisa dipukul rata. Rumah dengan pola pemakaian listrik ringan tentu berbeda dengan rumah yang menggunakan banyak perangkat berdaya besar.
Untuk pembahasan lebih rinci, Anda bisa membaca panduan biaya listrik lift rumah dan rata-rata pemakaian per bulan.
Cara paling aman adalah melakukan konsultasi dan site survey, lalu mencocokkan kebutuhan lift dengan kapasitas listrik rumah. Dengan begitu, rekomendasi yang diberikan tidak hanya berdasarkan spesifikasi produk, tetapi juga kondisi nyata di rumah.
Tidak ada satu jawaban untuk semua rumah. Kebutuhan ruang bergantung pada model lift, ukuran kabin, jumlah lantai, posisi pintu, dan arah akses.
Pada Kithara, beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan adalah pit depth 0–70 mm, top floor height maksimum 2400 mm, jumlah stop hingga 6 stop, dan travel distance hingga 20.000 mm. Detail ini penting karena setiap rumah punya kondisi ruang yang berbeda, terutama jika lift ingin dipasang di area yang sudah jadi.
Untuk rumah Indonesia, area yang sering dipertimbangkan adalah void tangga, sudut dekat foyer, area ruang keluarga, area belakang rumah, atau ruang kosong yang sejak awal disiapkan sebagai shaft lift. Ruang terbatas bukan selalu masalah. Namun, semakin terbatas ruangnya, semakin penting perencanaan yang rapi.
Untuk panduan lebih detail, Anda bisa membaca artikel cara menentukan ukuran lift rumah dari dimensi shaft, lebar pintu, dan kapasitas.
Proses umum biasanya dimulai dari konsultasi, site survey, rekomendasi teknis, finalisasi desain, persiapan area, pemasangan unit, pengujian, lalu handover. Untuk rumah renovasi, koordinasi dengan kontraktor atau tim interior sering kali dibutuhkan agar pekerjaan tidak saling mengganggu.
After-sales juga menjadi pertimbangan penting. Lift rumah bukan produk sekali pasang lalu selesai. Pengguna tetap membutuhkan perawatan berkala, akses teknisi, dan dukungan spare part. Untuk homeowner, poin ini sering kali sama pentingnya dengan desain.
Cibes Lift Indonesia memiliki layanan resmi untuk membantu perawatan dan pemeriksaan lift rumah setelah unit digunakan. Untuk pembahasan lebih dalam, Anda bisa membaca panduan lengkap SLA lift rumah.
Cibes Lift Indonesia juga menyediakan jalur konsultasi melalui website resmi Cibes Lift Indonesia dan halaman contact us.
Keduanya bisa menjadi opsi yang baik. Rumah baru memberi ruang perencanaan yang lebih leluasa. Rumah renovasi tetap memungkinkan, tetapi perlu pengecekan site yang lebih teliti, terutama pada ruang, kelistrikan, pit, tinggi lantai atas, dan akses pemasangan.
Cibes Lift Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang hadir di booth Cibes selama ARCH:ID 2026.
Terima kasih untuk para arsitek yang berdiskusi tentang integrasi lift dalam desain rumah. Terima kasih untuk interior designer yang melihat detail material, proporsi, warna, dan suasana ruang. Terima kasih untuk kontraktor yang bertanya soal teknis, pekerjaan sipil, dan proses pemasangan. Terima kasih juga untuk para homeowner dan keluarga yang datang, mencoba langsung Kithara, dan berbagi cerita tentang kebutuhan rumah mereka.
Bagi kami, percakapan seperti ini penting. Karena lift rumah bukan hanya soal produk. Ia berhubungan dengan cara orang tinggal, bergerak, merawat keluarga, dan merasa aman di rumah sendiri. Ada keluarga yang memikirkan kenyamanan orang tua. Ada homeowner yang ingin rumahnya lebih siap untuk masa depan. Ada arsitek yang ingin menghadirkan hunian premium tanpa mengorbankan fungsi.
ARCH:ID 2026 memberi ruang untuk percakapan itu. Dan Cibes senang bisa menjadi bagian dari momen tersebut.
Bagi pengunjung yang belum sempat datang ke booth Cibes ARCH:ID 2026, pengalaman melihat home lift tetap bisa dilanjutkan melalui showroom dan konsultasi langsung bersama tim Cibes Lift Indonesia.
Kunjungan showroom membantu calon pengguna memahami banyak hal yang sulit dijelaskan hanya lewat gambar. Misalnya, bagaimana suara lift saat digunakan, bagaimana pintu terbuka, bagaimana kabin terasa dari dalam, dan bagaimana material terlihat di bawah pencahayaan nyata.
Untuk homeowner yang sedang membangun rumah, konsultasi dapat dilakukan sejak tahap awal desain. Untuk rumah yang sudah jadi, konsultasi dan site survey bisa membantu melihat kemungkinan pemasangan lift berdasarkan kondisi aktual rumah.
Jika sedang mempertimbangkan lift rumah untuk hunian, villa, atau private residence, pembaca dapat menghubungi tim Cibes melalui halaman konsultasi lift rumah.
Cibes Lift Indonesia akan terus menghadirkan solusi home lift yang relevan untuk rumah di Indonesia. Bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi desain, kenyamanan, keamanan, dan dukungan jangka panjang.
Booth Cibes Lift Indonesia berada di Booth 7-122, Hall 7, ICE BSD City. Cibes hadir selama ARCH:ID 2026 pada 23–26 April 2026.
Cibes menampilkan lift rumah Kithara sebagai unit demo utama di ARCH:ID 2026. Kithara dipilih karena memiliki desain kabin yang kuat, panel honeycomb heksagonal, kontrol digital touchscreen, dan tampilan transparan dengan frame hitam.
Lift rumah Kithara dirancang untuk hunian premium dengan perhatian pada desain, kenyamanan penggunaan, dan integrasi ruang. Dibanding lift gedung konvensional, home lift seperti Kithara lebih relevan untuk kebutuhan rumah tinggal karena pendekatannya lebih personal, baik dari sisi ukuran, tampilan, maupun pengalaman penggunaan. Detail teknis tetap perlu dicek berdasarkan model dan kondisi site.
Pada banyak kasus, lift rumah bisa dipasang di rumah yang sudah jadi. Namun, kebutuhan renovasi tetap bergantung pada kondisi ruang, struktur, akses pemasangan, dan posisi lift. Site survey diperlukan untuk memastikan apakah pemasangan bisa dilakukan dengan pekerjaan sipil ringan atau perlu penyesuaian lebih lanjut.
Pada Kithara, power supply dapat menggunakan 1-phase 220V, 3-phase 220V, atau 3-phase 400V, dengan power output 2.9 kW. Untuk rumah di Indonesia, kebutuhan listrik tetap perlu dihitung bersama total beban rumah. Rumah dengan daya 3.500 VA atau 4.400 VA biasanya memberi ruang evaluasi yang lebih leluasa dibanding 2.200 VA, tetapi keputusan akhir tetap perlu mengikuti hasil site survey dan rekomendasi teknis.
Untuk rumah dengan daya PLN 2.200 VA, penggunaan lift rumah Kithara perlu dicek terlebih dahulu melalui konsultasi teknis. Kithara memiliki power output 2.9 kW, sehingga tim teknis perlu melihat total beban listrik rumah, termasuk AC, pompa, water heater, dan perangkat elektronik lain. Pada beberapa rumah, penyesuaian daya listrik mungkin dibutuhkan agar penggunaan lift lebih aman dan stabil.
Artikel ini ditulis oleh Freddy Wirawan, Marketing Executive Cibes Lift Indonesia, bagian dari Cibes Lift Group Swedia yang berdiri sejak 1947.
Dengan 900+ instalasi di Indonesia dan 100.000+ instalasi global, Cibes dikenal sebagai pionir lift rumah screw-driven yang hemat energi. Produk Cibes telah bersertifikasi Eropa dan didukung layanan resmi di Jakarta, Tangerang, Medan, Bali, Bandung, Makassar, dan Surabaya.
Cibes Lift Indonesia hadir di ARCH:ID 2026 (23–26 April, ICE BSD, Booth 7-122) dengan Kithara Series
Read MorePosisi lift rumah menurut Feng Shui sebaiknya tidak di tengah rumah atau segaris dengan pintu utama,
Read MoreCari ukuran lift rumah yang pas? Panduan dimensi shaft, kapasitas (kg), solusi 1x1 dan akses kursi r
Read More